|
30 Januari 2012 - 07.50 WIB
9343 klik
SELATPANJANG(DP)-PERAYAAN Imlek 2563/2012 di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (27/1) malam, memakan korban. Enam warga Tionghoa dilarikan ke rumah sakit dan klinik terdekat karena luka serius akibat ledakan kembang api.
Kemeriahan malam Cue Lak Imlek 2563 yang bertepatan dengan malam keenam, begitu terasa. Apalagi setelah masyarakat Tionghua mulai bermain petasan dan kembang api yang berlangsung di depan Vihara Sejahtera Sakti, Jalan Ahmad Yani, Kota Selatpanjang.
Tak henti-hentinya barang peledak itu mengaum di udara dengan memancarkan cahaya (kembang api) yang begitu indah. Semakin tampak ramai, ketika masyarakat dari berbagai suku di negeri sagu ini juga turut bersama menyaksikan permainan tersebut.
Meski malam mulai larut, namun antusias masyarakat Tionghoa untuk melihat atau ikut bermain petasan tetap saja tinggi. Satu per satu mereka maju ke arena permainan untuk meledakkan mercon dan kembang api yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
Tapi sayang, kembang api yang dinyalakan malah terbang ke arah Hang Kee Meng (35), warga Tionghoa asal Malaysia yang merayakan Imlek bersama istrinya, Satia Tang (33), warga Jalan Alahair Tebingtinggi yang kebetulan sedang melintas di arena permainan petasan dan kembang api. Kejadian itu sontak menjadi pusat perhatian. Dengan becak motor, malam itu, sekitar pukul 23.15 WIB kedua korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang.
Manik, saksi mata malam itu yang turut membantu mencari becak motor langsung membawa pasangan suami istri lain negara itu ke RSUD. ‘’Saya juga tak tahu. Tiba-tiba saja malam itu ramai-ramai orang berkerumun. Ternyata ada korban bermain kembang api, maka saya langsung memanggil tukang becak dan minta dibawa ke RSUD agar mendapatkan pertolongan segera,’’ ucapnya saat ditemui di RSUD Selatpanjang.
Saat sejumlah wartawan langsung menuju ke RSUD, kedua korban kembang api itu belum bisa dimintai keterangan karena sedang mendapatkan perawatan intensif. Namun kondisi keduanya cukup memprihatinkan. Hang Kee Meng menderita luka bakar di bagian kaki.
Sementara istrinya, Satia Tang yang tinggal di Kota Selatpanjang, selain mengenai kakinya, luka bakar akibat kembang api itu juga mengenai tangannya. Setelah kedua korban kembang api itu mendapatkan perawatan, secara tiba-tiba kembali wartawan mendapatkan kabar bahwa terdapat empat korban kembang api lainnya yang juga harus mendapatkan perawatan di tempat praktik dokter Joko di Jalan Pelabuhan, Selatpanjang. Namun, wartawan tidak berhasil mendapatkan informasi lengkap mengenai data para korban berikutnya.
Ketua Panitia Perayaan Imlek di Kota Selatpanjang, Iswanto alias Awi saat ditemui disalah satu kedai kopi di Selatpanjang, Ahad (30/1) siang membenarkan, adanya enam korban kembang api tersebut. Menurutnya, saat ini kondisi para korban sudah berangsur pulih dan kembali ke daerahnya masng-masing. Termasuk warga Tionghoa asal Malaysia itu.
‘’Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Juga keseluruhan korban telah dalam proses penyembuhan. Bahkan sudah ada yang mulai pulih,’’ ucap Awi, kepada sejumlah wartawan harian yang bertugas di Kepulauan Meranti.(kar)
|