Dumai Pos
Banner Anda
468 x 60 pixel
 
 
   
20 Juni 2013 - 11.25 WIB
 
» BERITA FOTO
 
 
 
 
 
  BERITA FOTO
 
‘Si Bengkak’ Mati Tanpa Gading
Posting pada: 21 Juni 2012 - 08.10 WIB | Dilihat: 359 kali
 
‘Si Bengkak’ Mati Tanpa Gading
 
Bangkai Penuh Belatung dan Membengkak
DURI(DP)-SEEKOR gajah liar jantan ditemukan mati tanpa gading, Rabu (20/6) kemarin. Bangkai gajah yang penuh belatung dan sudah membengkak ini terbujur kaku di hutan sekitar perkebunan warga Dusun Belading, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Tak ada warga atau pun pemilik kebun sekitar yang mau meninjau lokasi bangkai si Bengkak tersebut karena tak tahan dengan aroma menyengatnya. Nampaknya pribahasa ‘Gajah Mati Meninggalkan Gading hanya ada di bangku pendidikan sekolah saja. Kenyataannya dilapangan, pribahasa tersebut tidak berlaku. Seperti halnya gajah jantan liar yang ditemukan mati di Dusun Belading.

Apa penyebab kematian gajah liar tersebut masih belum jelas, namun kuat dugaan gajah itu mati akibat serangan mafia pencuri gading.
Pantauan Dumai Pos, Rabu (20/6) pagi, lokasi dimana gajah tersebut mati memang sangat jauh dari pemukiman warga. Sehingga kematiannya pun lambat diketahui warga dan pemilik perkebunan setempat. Bangkai gajah yang bernanah, membengkak dan penuh belatung itu tidak menjadi objek penting bagi penduduk setempat.
Bahkan sejumlah warga mengaku tidak mengetahui pasti dimana lokasi bangkai gajah tersebut. Jika melihat sekeliling bangkai gajah itu, datuk yang kehilangan gadingnya itu sempat mengerang (berputar-putar-red) menahan sakit menjelang ajal menjemputnya.
Masih disekitar lokasi bangkai tersebut, banyak sekali ditemukan tahi gajah yang masih baru berwarna hijau dan panas. Menyusul suara pekikan keras dari gajah liar lainnya, Dumai Pos bergerak meninggalkan TPK yang penuh semak belukar itu.
Dasril (42), pemilik 5 ha kebun sekitar 1 kilometer dari lokasi bangkai gajah tersebut mengatakan, warga sekitar baru mengetahui ada gajah mati itu sekitar, Jumat (15/6) lalu. Itupun berawal dari bau bangkai yang dibawa angin saat warga sedang berada di kebun.
‘’Saya sendiri belum sampai kesana melihatnya, karena tidak tahan bau busuknya. Ada beberapa warga yang sudah melihatnya, katanya ada gajah jantan mati dan tidak ada gadingnya. Saya lihat juga ada orang kehutanan yang datang, lebih bagus tanya langsung mereka aja,’’ kata Dasril yang mengaku tidak akan pernah mau melihat bangkai gajah tersebut.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Wilayah III, Hutomo saat dikonfirmasi Dumai Pos mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim sejak hari Ahad (17/6) lalu setelah mendapatkan informasi dari warga setempat. Diperkirakan gajah yang berumur 40 tahun itu sudah mati sejak seminggu yang lalu, namun karena lokasinya jauh dari pemukiman penduduk, kematian gajah tersebut lambat diketahui. Dugaan sementara gajah tersebut mati karena perburuan gading.
‘’Untuk mengetahui penyebab pasti kematian gajah jantan itu kita akan lakukan otopsi dalam waktu dekat ini. Apakah gajah tersebut sempat diracuni terlebih dahulu sebelum dicuri gadingnya atau mungkin diburu oleh pemburu gading yang memang sudah mengincarnya. Rencananya memang hari ini kita turun melakukan otopsi, namun laporan dari anggota dilapangan ada dua ekor gajah liar betina disekitar gajah mati tersebut. Jadi otopsi ditunda sampai gajah liar yang menendang-nendang bangkai gajah itu pergi jauh dan lokasi dinyatakan aman untuk melakukan otopsi,’’ kata Hutomo, Rabu (20/6) pagi kemarin. (wam)