|
|
|
Ditemukan 20 Titik Api, Puluhan Ha Sawit Terbakar
|
|
8 September 2011 - 10.53 WIB
427 klik
PEKANBARU (DP) — Pada Selasa (6/9), satelite NOAA memantau keberadaan 73 titik api yang tersebar di beberapa provinsi di Pulau Sumatera. Tiga provinsi dengan jumlah titik api terbanyak yang terpantau satelit NOAA adalah Sumatera Selatan ada 31 titik api, Riau dengan 20 titik api dan Jambi dengan 12 titik api.
Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebutkan bahwa 20 titik api yang terpantau di Riau terdapat di 4 kabupaten yang terletak di bagian selatan Riau. Yaitu Inhu, Inhil, Pelalawan dan Kuansing. Sementara di kabupaten/kota lainnya di Riau tidak terpantau titik api.
“Dari hasil pantauan satelit NOAA pada tanggal 6 September 2011, di Riau ada 20 titik api. Yaitu di Pelalawan sebanyak 10 titik api, Indragiri Hulu ada 4 titik api, Indragiri Hilir terdapat 4 titik api dan 2 titik api sisanya terpantau berada di kawasan Kuantan Sengingi
(Kuansing,” terang staf Analisa BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, Rabu (7/9) seperti dikutip dari riauterkini.
Katanya, berkabutnya Pekanbaru, selain kabut kiriman dari 4 kabupaten di Riau yang terdapat titik api, juga merupakan kabut kiriman dari Provinsi Jambi yang juga terdapat 12 titik api. Pasalnya, tambah Yudhis, arah angin dari tenggara barat daya. Jadi ada kemungkinan kabut asap selain dari riau sendiri juga kiriman dari Jambi.
Disinggung mengenai masuknya musim penghujan, Yudhistira mengatakan bahwa pada pekan ketiga bulan September diperkirakan akan mulai masuk musim penghujan. Namun demikian, masih ada kemungkinan turunnya hujan kendati insitasnya rendah dan bersifat lokal. Yaitu berintensitas dari 5-20 milimeter perhari.
Puluhan Ha Sawit Terbakar
Sementara, puluhan hektar kebun sawit warga di desa Penarikan kecamatan Langgam terbakar. Kebakaran lahan terjadi sejak Jumat (27/9) pekan lalu itu tidak hanya menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah. Namun juga mengancam ribuan hektar lahan semak belukar dan kebun warga lainnya. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi korban yang mengalami kebakaran kebun sawit. Sementara terduga pelaku pembakaran belum memenuhi panggilan petugas.
“Dugaan kita ada faktor kelalaian, sudah diperiksa tiga saksi korban. Sedangkan orang yang diduga mengetahui sumber kebakaran kita panggil tidak datang. Yang bersangkutan akan dipanggil dengan surat,” terang Kapolsek Persiapan Langgam Iptu Sahardi, Rabu (7/9).
Menurut penuturan Sahardi, api yang terus menjalar hampir sepekan telah merambah lahan sekitar 50 hektar, terdiri dari kebun sawit dan lahan kosong. Pada Rabu kemarin eskalasi api masih terus membesar dan mengarah menuju hutan belukar dibelakang perkampungan warga. Pergerakan api tidak terbendung akibat minimnya peralatan yang digunakan. Ratusan warga yang bekerja siang dan malam berhasil mengamankan kebun-kebun mereka, namun gagal memadamkan api yang menuju semak belukar.
“Sekarang api sudah melebar kemana-mana. Kebun masyarakat sudah terlewati, terus mengarah ke belukar luas, imbuh Sahardi.
Pelebaran wilayah terbakar diakuinya tak terlepas dari ketiadaan peralatan yang dimiliki warga. Pada saat yang sama bala bantuan dari luar sangat terlambat. Baru pada hari keenam, Rabu (7/9/11), dua unit mobil pemadam tiba di lokasi, satu unit milik Pol PP Pelalawan dan satu lagi dari pemadam PT RAPP. Hari ini sudah datang mobil pemadam dari Satpol PP dan dari RAPP, kata Sahardi.(*/kar)
|
Banner Anda 415 x 60 pixels |
|
|
|
|
DALAM beberapa bulan terakhir ini, publik dikagetk...
|
|
‘MAAG saya kambuh’ kata pasien saya mengeluh sambi...
|
|
DI beberapa stasiun televisi swasta di Tanah Air b...
|
|
|
Harianja Harapkan Dumai Pos Semakin Jaya
Dumai Pos A Juara, Dumai Pos B Uritan ke III
|
|
|